Sejak awal perfilman Indonesia, Indahnya masa SMA dengan segala pernak-perniknya memang tak pernah usang untuk dibahas. Hal itulah yang menjadi tema dalam film terbaru produksi Maxima Pictures.
Film bertajuk CRAZY LOVE ini dinahkodai oleh Guntur Soeharjanto yang sebelumnya membesut BRANDAL-BRANDAL CILIWUNG, danTAMPAN TAILOR. Filmnya sendiri berkisah tentang cinta dan persahabatan di masa pergolakan putih abu-abu tersebut.
Selain Adipati Dolken yang sudah wara-wiri di sejumlah judul film seperti PERAHU KERTAS, SANG MARTIR serta 18++, film ini turut diramaikan oleh sederet bintang-bintang baru. Mereka adalah Tatjana Saphira, Kemal Pahlevi, Zidni Adam dan Una Putri.
Selain mereka, hadir pula Judika sebagi bintang tamu. Film yang akan dirilis pada 22 Agustus tersebut naskahnya ditulis oleh Cassandra Massardi dan Alim Sudio.
Sinopsis Film Crazy Love
Bagi Kumbang (Adipati Dolken), masa muda harus dijalani dengan santai. Bersama ketiga sahabatnya, Abdu (Kemal Palevi), Daniel (herrichan), dan Basuki (Zidni Adam), mereka selalu membuat ulah di sekolah. Termasuk menggoda Olive (Tatjana Saphira), gadis pintar dan cantik, yang jadi incaran mereka semua sejak lama.
Aksi konyol dan prestasi jeblok Kumbang membuat Kepala sekolah (Ray Sahetapy) menugaskan Olive menjadi mentor Kumbang, di dalam mengejar ketinggalannya di sekolah.
Awalnya, Olive menolak karena dia tidak pernah menyukai sikap Kumbang yang kekanak-kanakkan dan tidak pernah serius dalam hidupnya .
Sebaliknya, Kumbang menggunakan kesempatan ini untuk mendekatkan diri pada Olive dan membuktikan bahwa ada yang spesial dalam hatinya.
Setelah sukses merilis film komedi Sule Detektif Tokek yang dibintangi oleh komedian Sule OVJ pada bulan Maret lalu, RK 23 Pictures di bulan suci Ramadan meluncurkan film kelimanya yang berjudul BISMILLAH, AKU MENCINTAIMUyang serentak tayang pada tanggal 18 Juli mendatang di seluruh bioskop 21 tanah air. Film BISMILLAH, AKU MENCINTAIMU mengisahkan kesakralan melafalkan kata ‘Bismillahirrahmaanirrahiim’ yang bila tulus maka Allah SWT akan menyertai langkah dan niat baik seseorang.
Film ini mengangkat sebuah romansa percintaan yang manis, santun dan sederhana berlatar belakang kehidupan Pesantren yang kental dengan ajaran Islam yang diperankan dengan sangat hidup dan menjiwai oleh dua pemain raising star yang dipasangkan: Gilbert Marciano dan Ghea D’Syawal. Pertemuan Gilbert dan Ghea D Syawal di film ini merupakan komitmen produser serta sutradara untuk memercayakan film ini kepada pemain berdasarkan kesesuaian ‘temuan’ hasil proses casting. Dalam pembuatan karya kreativitas dalam bentuk cinematography, RK 23 Pictures selalu mengandalkan konten cerita yang memang memiliki pesan-pesan moral bagi yang menontonnya serta mencoba menggali berbagai angle yang berbeda.
Sinopsis Film BISMILLAH, AKU MENCINTAIMU.
Lafalkanlah Bismillahirrahmaanirrahiim dengan tulus, maka Allah akan menyertai langkah dan niat baik kita Inilah yang mengikat hati Egi (diperankan dengan sangat cemerlang oleh Gilbert Marciano) pada Fatimah (Ghea D Syawal). Sebuah insiden memilukan membawa Egi, menghadapi takdir untuk bertemu dengan sosok Fatimah yang 180 derajat berbeda latar belakang kehidupannya Egi adalah individu yang bicara dan sikapnya pahit, urakan dan kasar serta terjerat fatamorgana narkoba. Sementara Fatimah adalah seorang putri kepala Pesantren yang santun, peka dan lembut, dan sangat meyakini bahwa yang terpenting adalah bahwa Allah menyertai hidupnya Lingkungan pesantren tempat Egi bersembunyi menggunakan identitas palsu , dan interaksinya dengan Fatimah di satu titik membuat Egi luruh pada makna lafal Bismillah. Termasuk, pada saat Egi berusaha untuk menyampaikan penemuan hatinya , mengutip kata kata bijak yang selalu disampaikan secara manis namun mendalam oleh Fatimah selama Egi berada di lingkungan pesantren tersebut.
Lafal Bismillah dari Egi yang terakhir, diucapkan di momen kehidupan paling tragis yang pernah dialami Fatimah berupa BISMILLAH, AKU MENCINTAIMU.
Sukses dengan film Coboy Junior The Movie, Falcon Pictures kembali bersiap mempersiapkan karya terbarunya berjudul La Tahzan. Film hasil arahan Danial Rifki ini diangkat kelayar lebar berdasarkan inspirasi dari buku best seller berjudul La Tahzan For Student.
Awalnya film yang dibintangi oleh Joe Taslim, Atiqah Hasiholan dan Ario Bayu ini memiliki judul Orenji. Namun menurut Frederica produser film, judul Orenji memiliki kerumitan untuk dipahami oleh penonton di tanah air.
La Tahzan For Student adalah sebuah kumpulan cerita-cerita inspirtif dan penuh perjuangan berdasarkan kisah nyata pelajar maupun pekerja Indonesia yang berada di Jepang. Makanya selain mengambil lokasi di Indonesia, La Tahzan juga melakukan syuting dibeberapa kota di Jepang seperti Osaka, Kyoto, Kobe dan Wakayama.
Selain Joe Taslim, Atiqah Hasiholan dan Ario Bayu, La Tahzan juga turut dibintangi oleh Nobuyuki Suzuki, Piet Pagau, Dewi Irawan dan Prilly Latuconsina. Film yang naskahnya ditulis oleh Jujur Prananto dan menghadirkan lagu Bidadari Surga milik Almarhum Ustadz Jefry Al Buchory ini siap dirilis pada 2 Agustus 2013.
Sinopsis Film La Tahzan
Viona (Atiqah Hasiholan) dan teman-temannya mendarat di bandara Kansai, Osaka, untuk program belajar sambil Arubaito belajar sambil bekerja di Jepang. Viona bertemu Yamada (Joe Taslim), seorang fotografer freelance, yang ternyata mengerti bahasa Indonesia. Hal ini membuat Viona yang merasa asing di Jepang, seperti mendapat sahabat baru.
Mereka pun menjadi akrab. Hingga Yamada, yang begitu langsung tanpa basa basi, berterus terang ingin melamarnya. Bahkan Yamada siap pindah agama.
Pada persiapan Yamada menjadi mualaf, Viona terusik masa-masa di Indonesia, ketika seorang ibu menitipkan alamat untuk mencari anaknya di Jepang; Hasan (Ario Bayu), teman dekat Viona. Hasan yang selama ini menghindar dari Viona dan keluarga, pergi dengan meninggalkan pertanyaan bagi Viona.
Dengan bantuan Yamada, akhirnya Hasan berhasil di temukan di Osaka. Ketika itu, kondisi Hasan sama sekali berbeda. Pada sebuah malam di Osaka Port, Hasan menceritakan semuanya. Kejujuran yang menjawab pertanyaan hati.
Viona. Yamada, Hasan, dan Vionam, Ketiganya dalam persimpangan memilih agama, kekekasih dan masa depan. Tidak ada yang mudah, namun sesungguhnya Allah selalu bersama kita. Jangan bersedih, diantara satu kesulitan ada dua kemudahan.
Setelah sukses mengangkat novel 'Hafalan Salat Delisa', dan 'Bidadari-bidadari Surga' ke layar lebar, kini novel besutan Tere Liye kembali di angkat ke bioskop yang berjudul 'Moga Bunda Disayang Allah' .
Film dengan bendera Soraya Intercine Films ini disutradari oleh Jose Poernomo dengan para pemain ; Fedi Nuril, Shandy Aulia, Alya Rohali, Donny Damara, Chantika Zahra, dan Iang Darmawan.
Novel Moga Bunda disayang Allah sama seperti novel Tere Liye sebelumnya sempat menjadi mega bestseller, karena diangkat dari kisah nyata yang paling mengharukan. Moga saja filmnya akan sehebat novelnya.
Sinopsis Film Moga Bunda Disayang Allah
Karang adalah seorang pemuda yang mencintai anak-anak. Tapi semua itu berubah ketika sebuah kecelakaan kapal laut terjadi dan Karang tidak dapat menyelamatkan anak-anak yang bersamanya. Karang merasa trauma dan dihantui rasa bersalah. Ia menjauh dari anak-anak dan memutuskan hubungannya dengan Kinarsih karena merasa dirinya tidak pantas untuknya. Ia pun mengasingkan diri di sebuah pulau yang jauh dari ibu kota dan menjadi seorang pemabuk
Kehidupannya berubah ketika Bunda HK, istri dari Tuan HK yang kaya raya dan dihormati di daerah itu datang memintanya untuk menjadi guru untuk Melati. Melati adalah anak perempuan mereka yang buta, tuli dan juga bisu. Melati tidak bisa berkomunikasi dengan dunia sekitarnya.
Karena sering mabuk, cara mengajar Karang menjadi sangat kasar dengan meneriaki dan memperlakukan Melati dengan semena-mena sehingga membuat semuanya bingung dan takut. Tapi perlahan Karang dan Melati makin saling butuh. Apakah Karang bisa bangkit lagi? Bisankah Karang dan Kinarsih bersatu lagi? Dapatkah Karang menemukan cara agar Melati bisa berkomunikasi dengan dunia? Dan dapatkah Melati mengenal Bundanya, ayahnya dan paling penting...Allah?
Kesuksesan tembang Hargai Aku karya grup band Armada tidak hanya di panggung musik semata. Setelah video klip nya dipirsa lebih dari 12juta viewers di youtube, sebuah film yang terinspirasi dari lirik lagu itu siap dirilis. JudulnyaSatu Hati Sejuta Cinta.
Bukan itu saja, Satu Hati Sejuta Cinta yang akan tayang perdana 27 Juni 2013 itu juga merupakan hadiah ulangtahun ke-6 Armada kepada para fansnya.
"Ini sebagai kado. Selain itu, tanggal 27 besok merupakan show ke 1000 Armada. Kalau ulang tahunya sih tanggal 24 Mei, tapi kita paskan dengan tanggal penayangan film ini," kata sang produser, Andreas Wulur, ditemui saat premier di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2013).
Dalam film yang mengangkat kisah drama percintaan berbalut kerasnya perjuangan hidup di Jakarta, para personel band Armada juga ikut terlibat dalam beberapa adegan. Seperti apa kemampuan akting mereka?
Film "Satu Hati Sejuta Cinta" diarahkan sutradara Alyandra dan diproduksi Empire Studios. Dibintangi oleh Chris Hatta, Meitha Thamrin dan Ferry Salim, film ini bercerita tentang kisah cinta seorang office boy (Kriss Hatta) dengan gadis tuli dan gadis penderita Talasemia (kelainan darah) yang diperankan oleh Iris Emiliana dan Meitha Thamrin. Sebuah film yang menceritakan tentang harta, cinta dan tahta.
Menghadapi pesta demokrasi yang akan digelar pada tahun depan, sutradara kondang Hanung Bramantyo menggarap film bertajuk pemilu yang diberi judul '2014'.
Kali ini Hanung duduk di kursi produser dan mempercayakan penggarapan filmnya pada sutradara baru Rahabi Mandra.
Uniknya, film produksi Dapur Film dan Mahaka Pictures tersebut bertema pemilihan umum alias Pemilu. Sebuah tema yang mungkin beresiko hadirkan pro dan kontra.
Ekskutif produser film 2014, Erick Thohir, mengatakan, film ini sudah lama menjadi perbincangan dengan Hanung. Ia mengatakan, film yang diproduksi Mahaka Pictures dan Dapur Film itu ingin menampilkan sesuatu yang berbobot dan berbeda. Tujuan itu sudah diperlihatkan dalam kerja sama pembuatan film 'Tanda Tanya (?)'. "Saya mau film-film yang out of the box. Kami awali dengan (?), lalu berlanjut ke 2014," kata dia
Melalui Mahaka Film, Erick mengatakan, ingin memberikan warna baru. Film yang diproduksi diharapkan memberikan edukasi pada masyarakat. Tetapi, menurut dia, tidak meninggalkan basis budaya dari masyarakat Indonesia. "Kita sepakat tidak membuat film yang terlalu pintar. Tetapi, paling tidak membawa warna baru dan pola pikir terhadap masyarakat," ujar pemilik grup PT Mahaka Media itu.
Hanung mengaku membuat film yang akan ditayangkan pada Ramadhan 2013 ini karena ingin mengajak para anak muda untuk ikut memilih pemimpin yang baik untuk bangsa Indonesia.
Hanung melihat masih ada generasi muda yang melihat situasi politik sebagai bagian di luar kehidupannya. Karena itu, ia berharap dengan film 2014 ini generasi muda akan lebih peduli dan terlibat langsung dalam situasi politik yang terjadi.
Suami Zascia Mecca ini terinspirasi bagaimana para pemuda yang menjadi motor utama gerakan pada 1928. "Kita ingin anak muda melihat film ini dan situasi 2014 menjadi bagian dirinya," ujar sutradara kelahiran Yogjakarta itu.
Karena itu, Hanung mengajak aktor-aktor muda. Antara lain Rizky Nazar dan Rio Dewanto. Film ini juga dibintangi Atiqah Hasiholan, Maudy Ayunda, dan para bintang senior, seperti Ray Sahetapy, Donna Harun, Donny Damara dan Rudi Salam.
Sinopsis Film 2014
Ricky Bagaskoro (Rizky Nazar) siswa SMA tingkat akhir yang sedang mengalami dilema. Antara mengejar mimpinya menjadi pengajar bagi anak-anak terlantar atau harus mengikuti keinginan ayahnya, Bagas Notolegowo (Ray Sahetapy), untuk meneruskan pendidikan setinggi-tingginya. Bagas berharap Ricky akan mengikuti jejaknya menjadi seorang Politikus. Bagas sendiri adalah seorang ayah yang sedang berjuang menjadi presiden Indonesia periode 2014-2019 menggantikan Presiden Jusuf Syahrir (Deddy Sutomo).
Persaingan menuju kursi kepresidenan sangat ketat antara Bagas Notolegowo, Faisal Abdul Hamid (Rudy Salam) dan Syamsul Triadi (Akri Patrio). Pada semua tahapan diperlukan kehati-hatian. Namun ternyata Bagas kurang waspada. Satu keputusan sederhananya membuat semua impiannya porak-poranda. Menjungkir balikan keaadaan hanya dalam sekejap.
Kehancuran Bagas membangkitkan keingintahuan Ricky untuk menelusuri kasus tersebut. Upaya ini mempertemukan Ricky dengan Khrisna Dorojatun (Donny Damara) seorang pengacara idealis dan bersih yang banyak memenangkan kasus-kasus kemanusiaan. Selain itu Ricky juga mulai dekat dengan Laras (Maudy Ayunda), anak Khrisna Dorojatun.
Ricky dan Laras kerap kali merepotkan pihak kepolisian, terutama iptu Astri (Atiqah Hasiholan). Kehidupan keduanya terancam. Ternyata ada pihak ketiga yang terlibat pada kasus ini. Siapakah mereka? Lalu apa peranan Satria (Rio Dewanto), pria muda yang selalu berada pada banyak tempat di kasus ini
Melakukan visualisasi dari novel laris bukanlah perkara mudah. Bagai sisi mata uang, jika adaptasi tersebut berhasil, tak ada yang perlu dikecewakan, baik pembaca maupun penikmat film. Namun jika gagal, tontonan itu akan hadir tanpa esensi dan mudah terlupa begitu keluar dari gedung bioskop.
PERAHU KERTAS Drama yang diadaptasi dari novel Dewi 'Dee' Lestari ini berhasil jadi film dengan jumlah penonton terbanyak di Bulan Agustus. Dilanjutkan dengan Film "Perahu Kertas 2" yang tayang di bioskop bulan Oktober tahun lalu.
Kini kembali sebuah novel laris karya penulis Winna Efendi berjudul 'Refrain' diangkat ke layar lebar dengan garapan garapan sutradara Fajar Nugros dan diproduksi oleh Maxima Pictures. Dengan menggaet peran utama Afgansyah Reza dan Maudy Ayunda.
Selain dua bintang diatas, "Refrain" juga dibintangi oleh beberapa aktris muda pendatang baru seperti Chelsea Elizabeth, Maxime Bouttier, dan Stevani Nepa.
Sinopsis Film Refrain
"Refrain" berkisah tentang perjalanan Niki (Maudy Ayunda) dan Nata (Afgansyah Reza) dalam menemukan cinta mereka. Niki dan Nata adalah dua sahabat sejak kecil, kalau ada Niki pasti ada Nata, begitu juga sebaliknya. Setelah bertahun-tahun bersahabat, ada sesuatu yang berbeda saat mereka berdua menginjak bangku SMA. Ada sosok Annalise (Chelsea Elizabeth Islan), siswi baru yang ternyata ibunya seorang model terkenal. Ada juga Oliver (Maxime Bouttier), kapten basket ganteng yang memikat hati Niki. Dan, Helena (Stevani Nepa), kapten cheerleaders yang judes dan tidak pernah mau kalah. Nata ternyata menyayangi Niki lebih dari sahabat. Namun sayangnya, Nata tidak punya keberanian untuk mengungkapkan perasaannya, Nata hanya berani menuliskan isi hatinya melalui surat yang disimpan di sebuah amplop biru. Perasaan Nata tidak tersampaikan, sampai akhirnya Niki membaca surat itu ketika Nata sudah berangkat ke Austria untuk kuliah musik. Apakah yang terjadi pada hubungan mereka berdua selanjutnya? Akankah persahabatan mereka menjadi cinta yang indah, atau malah sebaliknya? Tentu saja jawabannya bisa diketahui setelah menyaksikan film "Refrain" mulai 20 Juni 2013 di bioskop kesayangan anda.
Semua berawal dari keinginan Dika untuk membuat serial tv bergenre komedi. Bersama dengan beberapa teman-temannya, Dika merilis seri pertamanya berjudul Nissa dalam bentuk sebuah epiisode di Youtube. Seri pertamanya ditonton hingga ratusan ribu pengunjung. Kemudian diproduksilah seri kedua berjudul Miranda.
Sukses dengan dua seri yang ditayangkan melalui Youtube, akhirnya serial Malam Minggu Miko ditayangkan di televisi, tepatnya Kompas TV. Dua episode perdananya yaitu berjudul Hari Penembakan Sasha dan Airsoft Lisa, tayang pada tanggal 10 Desember 2012. Sehari setelah penayangan, episode yang telah ditayangkan akan diupload melalui channel milik Dika dan Kompas TV di Youtube.
Malam Minggu Miko menceritakan pengalaman absurd Miko (Raditya Dika) dan teman baiknya Rian (Ryan Adriandhy) yang selalu dilanda kegalauan dan dilema dalam menghadapi setiap malam minggu mereka. Mereka berdua tinggal disebuah rumah kontrakan, dan memiliki seorang pembantu bernama Anca (Hadian Saputra) .
Kisah Miko kemudian diangkat ke layar lebar dalam judul Cinta Dalam Kardus. sebuah film drama komedi romantis yang disutradarai oleh Salman Aristo (Jakarta Hati, Jakarta Maghrib). Untuk penulisan skripnya sendiri ditangani oleh Raditya Dika dan Salman Aristo .
Selain Raditya Dika, Film ini juga dibintangi oleh Anizabella Lesmana, Dahlia Poland, Fauzan Nasrul, Tina Toon, Lukman Sardi, dan Wichita Setiawati. Menurut rencana, film yang mempunyai konsep yang terbilang unik ini (dengan monolog), akan keluar dari kardus dan menyambangi bioskop-bioskop di seluruh Indonesia pada 13 Juni 2013.
Perhelatan akbar insan perfilman Indonesia yang bertajuk Indonesian Movie Awards 2013 baru saja digelar pada Senin (27/5/2013), di Studio 8 RCTI dengan sangat meriah.
Sebanyak 40 film Indonesia yang dirilis sejak 1 Maret 2012 berkompetisi dalam 14 kategori. Delapan kategori terbaik dipilih lewat penilaian dewan juri, sedangkan enam kategori terfavorit yang dipilih lewat SMS.
Deretan aktor, penulis skenario, produser yang tak diragukan lagi kredibilitasnya menjadi dewan juri untuk menentukan kategori terbaik. Aktor senior Didi Petet menjadi ketua dewan juri yang terdiri dari Tio Pakusadewo, Salman Aristo, Aditya Gumay, dan Leila S. Chudori dalam acara yang sudah tujuh kali digelar ini.
Reza Rahadian membawa pulang kategori pemeran pria terfavorit lewat film HABIBIE & AINUN, sedangkan Laudya Cynthia Bella pemeran pria wanita terfavorit lewat film BELENGGU.
Imelda Therine secara mengejutkan meraih pemeran utama wanita terbaik lewat film Belenggu mengalahkan artis lain seperti Acha Septriasa, BCL, Prisia Nasution dan Laudya Cynthia Bella.
Aminah Cendrakasih menerima Lifetime Achievement Award atas dedikasinya di dunia perfilman Indonesia. Artis yang dikenal sebagai Mak Nyak di sinetron Si Doel Anak Sekolahan itu dianggap punya totalitas yang luar biasa.
Berikut ini Daftar Lengkap Pemenang Indonesian Movie Awards 2013: KATEGORI TERBAIK (Pilihan Dewan Juri) :
Pemeran Utama Pria Terbaik : Lukman Sardi (Rectoverso)
Pemeran Wanita Terbaik : Imelda Therinne (Belenggu)
Pemeran Pendukung Pria Terbaik: Ray Sahetapy (The Raid)
Pemeran Pendukung Wanita Terbaik: Dewi Irawan (Rectoverso)
Pendatang Baru Pria Terbaik: Petrus Bayleto (Atambua 39 C)
Pendatang Baru Wanita Terbaik: Gondut (Demi Ucok)
Pasangan Terbaik: Lukman Sardi & Dewi Irawan (Rectoverso)
Pemeran Anak-Anak Terbaik: Simson Siwokay (Di Timur Matahari)
KATEGORI TERFAVORIT (Pilihan Pemirsa) :
Pemeran Utama Pria Favorit: Reza Rahadian (Habibie & Ainun)
Pemeran Utama Wanita Favorit: Laudya Cynthia Bella (Belenggu)
Pendatang Baru Pria Favorit: Natalius Chendana (3 Sum)
Pendatang Baru Wanita Favorit: Sharena (Perahu Kertas 2)
Dunia Perfilman Indonesia yang mulai bangkit pada beberapa tahun terakhir ini membuat ajang penghargaan di bidang film pun semakin beragam.Sebagai bentuk apresiasi terhadap karya anak bangsa di dunia film. Salah satunya adalah Indonesian Movie Awards (IMA).
Indonesian Movie Awards (IMA) adalah penghargaan bagi insan perfilman yang dimulai sejak tahun 2007. Ajang penghargaan ini dibuat karena ajang FFI 2006 waktu itu hasilnya cukup mengecewakan bagi Masyarakat Perfilman Indonesia. Namun IMA dibuat bukan untuk menandingi FFI.
IMA hadir untuk memberikan apresiasi kepada pemeran film terbaik, karena mereka punya bakat dan prestasi. IMA setiap tahun akan selalu hadir dengan format baru dan tentu berbeda dengan FFI. Jika pada FFI piala yang diberikan disebut Piala Citra. Sedang di IMA, piala yang diberikan disebut Piala Layar Emas Dalam ajang ini pemenang terbagi atas Terfavorit dan Terbaik. Dimana untuk kategori Terbaik pemenang dipilih oleh dewan juri. Sedangkan kategori Terfavorit pemenang dipilih oleh masyarakat.
Untuk tahun 2013 Indonesian Movie Awards siap diselenggarakan untuk ketujuh kalinya. Ajang yang selalu memberikan penghargaan dalam dua kategori besar, Terbaik dan Terfavorit ini bakal hadir lebih ramping tahun ini. Sebanyak 14 kategori penghargaan siap diperebutkan.
Mereka yang masuk dalam nominasi bakal memperebutkan Piala Emas pada malam penghargaan yang diselenggarakan di Studio 8 RCTI, 27 Mei 2013 esok. Acara tersebut bakal disiarkan secara langsung tepat pukul 20.00 WIB.
Malam puncak tersebut bakal dimeriahkan pula oleh penampilan dari para juri dan kontestan dari X Factor Indonesia. Trio Acha Septriasa, Donny Damara, dan juga Tio Pakusadewo bakal mempersembahkan penampilan mereka di atas panggung.
Berikut adalah Daftar Nominasi Indonesian Movie Awards 2013 :
Kita banyak mengenal sosok KK Dheeraj sebagai produser film horor seksi, sehingga tak jarang mendapat kritikan akan karya-karyanya tersebut.
Namun melalui film bertajuk JOKOWI, KK Dheeraj ingin membuktikan bahwa sebagai produser, ia juga bisa membuat film yang layak tonton.
Seperti judulnya, film yang disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis ini memang mengangkat perjalanan orang nomor satu di Jakarta yakni Jokowi alias Joko Widodo.
Film yang pengambilan gambarnya dilakukan di Solo dan Yogyakarta itu antara lain dibintangi oleh Prisia Nasution (Iriana, kekasih Jokowi), Teuku Rifku Wikana (Jokowi), Ayu Diah Pasha (Ibu Jokowi), dan Ratna Riantiarno (Tarti, saksi hidup Jokowi).
Melalui rumah produksi K2K Pictures (bukan K2K Production), KK Dheeraj akan merilis filmnya pada 20 Juni 2013. Unit Produksi K2K Production, Syaiful Rahman, menyatakan bahwa Film ini lebih banyak membicarakan masa lalu Jokowi yang sempat terkena penggusuran dan hingga membuat arah kebijakannya lebih humanis.
Di samping itu, lanjutnya, film ini juga banyak memberikan ruang bercerita tentang orang-orang yang banyak berjasa dibalik kisah sukses Jokowi saat ini. “Terutama keluarga dan kerabatnya,” bebernya.
Syaiful mengungkapkan sebelum memulai proses pengambilan gambar, pihaknya telah melakoni riset film yang didasarkan pada kisah nyata masa lalu mantan orang nomor satu di Solo ini. “Kami mulai riset dari Januari 2013-Maret 2013. Sumbernya dari buku, cuplikan berita, wawancara Jokowi langsung, keluarga dan orang-orang terdekat di sekitarnya,” katanya.
Untuk mendukung riset cerita, tim produksi K2K Production juga sempat mendatangi Ibunda Jokowi, Sujiatmi Notomiatjo. Tim juga mendatangi sejumlah tetangga Jokowi di tempat yang pernah ia tinggali.
Selesai tahapan riset dan penulisan naskah, Syaiful mengutarakan pihaknya segera mengadakan pemilihan pemain. “Untuk pemilihan pemain kami utamakan karakter pemain lokal. Kita ingin mengangkat karakter asli orang Solo. Jadi keaslian yang diutamakan. Kami tidak banyak memakai bintang yang ngetop. Salah satunya Prisia Nasution ,” terangnya.
Sinopsis Film JOKOWI
Bertutur dari legenda hidup seorang anak yang bernama Joko Widodo dari seorang ayah yang berprofesi sebagai tukang kayu dan tinggal dan hidup di pinggiran sungai.
Film ini mengisahkan masa kecil JokoWi yang suka berburu telor bebek untuk selalu semangat dan terus bersekolah sambil terus mendengarkan musik Rock kesukaannya.
JokoWi kepincut dengan seorang gadis sederhana bernama Iriana dan ini menjadi pendorong semangatnya setelah ditinggal oleh Pak Notomiharjo yang ia anggap tidak hanya sebagai orang tua tapi guru sekaligus sahabatnya.
Dari desa Srambatan, JokoWi menulis sejarah baru sampai memimpin kota Solo dan melenggang ke Ibukota menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Joko Wi diakui adalah pemberian seorang pengusaha Perancis yang mengaguminya bahwa pilihan yang terbaik selalu ada bagi mereka yang berani berjuang.
Sinar namanya. Bocah berumur enam tahun tersebut juga menjadi sinar bagi sang bunda. Membantu memindahkan ibunya yang lumpuh menjadi keseharian Sinar. Penuh kasih sayang Sinar mengurus ibunya. Sudah dua tahun Murni lumpuh karena terjatuh. Sejak itu pula hidupnya tergantung pada sang anak. Makan, minum, mandi, hingga buang air. Memasak nasi untuk sang ibu sudah pasti jadi tugas Sinar. Hanya nasi. Tidak ada lauk apa pun. Simpati tetangga dan kerabat terkadang menguatkan Sinar dan ibunya menghadapi hidup. Bocah kelas satu sekolah dasar ini bahkan kerap terlambat ke sekolah karena harus mengurus ibunya. Sinar adalah bungsu dari enam bersaudara. Lima kakaknya yang juga belum dewasa tinggal terpisah. Mereka menjadi pembantu rumah tangga. Ini terpaksa dilakukan karena masalah ekonomi. Sementara sang ayah sudah sekian tahun merantau ke Malaysia. Hanya album foto-foto keluarga yang jadi pengobat rindu pada anak-anak dan sang suami. Rumah tempat tinggal Sinar dan Ibunya Murni berada di Desa Riso, Kecamatan Tapango, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pernah ramai saat pemilihan umum lalu. Poster dan foto-foto calon legislatif masih menempel di mana-mana. Pemilu usai, Sinar dan ibunya pun terlupakan. Tapi Sinar selalu ada di sini. Ia menerangi rumah ini
Kisah Nyata ini menginspirasi rumah produksi Putra Kusuma Pictures dibawah pimpinan Ki Kusumo untuk mengangkat kisah tersebut ke layar lebar. dengan judul Jangan Menangis Sinar.
Menurut Ki Kusumo, banyak hal menarik dari proses syuting film Jangan Menangis Sinar. “Film ini adalah film drama keluarga yang mengharu biru. Makanya pas syuting ngga cuma pemainnya yang hanyut dalam kisah cerita, tapi semua kru turut terharu,” paparnya.
Untuk lokasinya, Bintang Drakula Cinta ini sengaja mengambil tempat yang sebenarnya. “Sebagian di beberapa kota, selebihnya asli dari lokasi yang sebenarnya,” lanjutnya.
Dengan hadirnya “Jangan Menangis Sinar”, Ki Kusumo berharap penonton bisa mengambil hikmahnya. “Film ini membuat kita peduli, bahwa disekitar kita masih banyak orang yang butuh uluran tangan,” pungkasnya.
Selain Charly Setia Band, “Jangan Menangis Sinar” juga dibintangi Yulia Rahman, Terry Putri, Yatti Surachman, Ki Kusumo dan Riyanto RA. Sedang artis cilik pendatang barunya memperkenalkan Anggita Anjani dan Axel Putra Kusuma.
Rangkuman kisah pilu kehidupan Sinar, didominasi soundtrack Jangan Menangis Sinar yang dinyanyikan Charly Setia Band. "Jadi tak hanya gambar yang bicara, namun lagu pun ikut bercerita," terang Produser Jangan Menangis Sinar, Ki Kusumo.
Menariknya, dalam soundtrack tersebut warna musiknya berbeda dengan yang dinyanyikan Charly sebelumnya, namun telah diaransemen ulang. "Lebih menyesuaikan dengan karakter film yang menyayat hati, sehingga membuat orang hanyut dalam kesedihan, dan turut merasakan penderitaan yang dialami Sinar," lanjut Ki Kusumo.
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Aris Merdeka Sirait, menilai film Jangan Menangis Sinar, merupakan tamparan keras pemerintah karena tidak memperhatikan nasib kaum miskin di Indonesia.
Diakuinya Sinar yang diangkat kisah nyata dari Polewali Mandar itu merupakan fenomena sosial yang memilukan ." Ini bagian pertunjukkan sosial dan tamparan bagi pemerintah. Pemerintah mestinya menjadi tanggung jawab pemerintah," katanya lagi.
Selain itu, tambah Aris, fenomena sosial ini juga menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar sadar bahwa masyarakat juga punya tanggung jawab moral agar tidak terjadi pada Sinar lainnya," ujar Aris.
Diharapkannya dengan tayangan film ini pula, akan menjadi contoh anak-anak Indonesia, karena menampilkan kejujuran dan berbakti pada orang tua.
Setelah memiliki pengalaman yang sangat banyak di dunia seni peran sebagai seorang aktris, Luna Maya akhirnya mulai memberanikan diri untuk mencoba duduk di belakang layar sebagai seorang sutradara, lewat film yang berjudul Pintu Harmonika yang rencananya siap di rilis akhir tahun 2012.
Meskipun sebelumnya Luna Maya sempat menjadi sutradara lewat sebuah proyek film pendek, namun di layar lebarnya ini, cewek kelahiran Denpasar, Bali, 26 Agustus 1983 tersebut mengaku, hanya bermodal nekat demi menawarkan karya yang memiliki nuansa baru bagi para pecinta film Indonesia. Apa yang membuat Luna Maya nekat menjadi sutradara sekaligus produser di film Pintu Harmonika.
'Pintu Harmonika' memotret kehidupan para keluarga yang tinggal di ruko-ruko. Tiap keluarga diceritakan memiliki berbagai macam konflik, perjuangan batin, lengkap dengan dinamika kehidupan sosial seputar lingkungan mereka yang pada akhirnya sampai pada suatu hakikat keluarga yang sesungguhnya. Ide cerita tentang kehidupan remaja dalam film Pintu Harmonika ini awalnya datang dari penulis skenario 'Ayat-Ayat Cinta' dan 'Habibie & Ainun' Gina S. Noer yang kemudian mengembankan ceritanya bersama penulis Clara Ng.
Di film tersebut Luna tidak sendirian, dirinya juga menggandeng Sigi Wimala dan Ilya Sigma yang notabene belum memiliki pengalaman sebagai seorang sutradara dari sebuah layar lebar. Pintu Harmonika adalah film berjenis omnibus yang di dalamnya terdapat 3 cerita pendek. Luna menyutradarai bagian 'Skros', Sigi segmen 'Piano' dan Ilya menyutradarai bagian 'Otot'. Film yang dibintangi Donny Damara, Barry Prima, Shelomita, dan sejumlah bintang cilik itu diproduksi oleh Malka Pictures milik Luna Maya. Berada di belakang kamera dan mengambil posisi sebagai sutradara adalah sebuah keputusan berani bagi Sigi, Luna dan Ilya. Tetapi langkah tersebut diyakini sebagai tindak lanjut dari ekspresi berseni yang mereka jalani selama ini.
Sinopsis Film Pintu Harmonika
Cerita pertama datang dari ruko paling ceria karena hubungan akrab dan hangat antara Rizal, sang anak, dan Firdaus, sang ayah. Namun di balik keakraban ini, Rizal tidak mampu menjadi dirinya sendiri di dunia maya. Permasalahan timbul saat dia jatuh cinta dengan Cynthia, siswi cantik nan idealis serta mandiri, dan ia harus membantu Cynthia menggalang dana untuk kompetisi tari sekolahnya. Untuk menarik perhatian Cynthia, Rizal memanfaatkan kepopuleran dan pesonanya untuk penggalangan dana, serta dalam waktu bersamaan terus berbohong tentang keluarganya Cerita berikutnya dibuka dengan Juni, gadis di bangku SMP, dan Niko sang ayah, yang sedang membuka pintu rukonya. Berbeda dengan Rizal, hubungan Juni dan Niko dingin. Juni memang tidak pernah merasa betah di rumah. Niko sang ayah hanya memikirkan pekerjaan. Juni melampiaskan semuanya di sekolah dengan membully adik kelas. Namun kelakuan Juni dalam bullying sudah kelewat batas, saat adik kelasnya, Manda, jatuh tersungkur.
Padahal Manda adalah anak Kukuh, pelanggan setia Niko yang baru saja memesan 10 lusin baju, dengan opsi tambahan 10 lagi jika kantornya menyetujui. Juni harus berhadapan dengan keluarganya dan usaha keluarganya yang terancam bangkrut Cerita terakhir ada di dalam ruko milik Imelda. Perempuan awal 30-an ini tinggal bersama David anaknya yang masih kelas 3 SD. Toko Imelda itu sebenarnya cukup terkenal dengan kue malaikatnya. Strategi pemasaran lewat Facebook juga lumayan berjalan. Hanya saja pelanggannya berkurang jauh karena Imelda tidak bisa membuatkan senyum pada setiap kue malaikat yang ia buat. Seperti kuenya, senyum seperti sudah hilang dari wajah Imelda. Ia lebih banyak melamun, seperti putus asa menjalani kehidupannya, atau kembali menonton permainan piano David, anak semata wayangnya. Imelda sendiri ingin terus menjadi ibu yang baik bagi David dengan segala rutinitasnya, tapi selalu terasa ada jarak dengan David.
Semua makin membingungkan ketika Imelda sering mendengar suara-suara aneh di atas rukonya dan David ketakutan. Imelda berusaha menjalani dan menyelesaikan semuanya, walaupun semuanya semakin buntu baginya.
Dilatarbelakangi sebuah harapan untuk mengangkat peran kaum agamis dalam sejarah Indonesia, RAPI FILMS menghadirkan film SANG KIAI, sebuah film kolosal yang mengangkat kisah perjuangan ulama kharismatik pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari, yang juga menjadi tokoh kunci dalam menggerakan santri-santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Tak sekadar mengangkat cerita mengenai tokoh Sang Kiai, film karya Rako Prijanto ini juga mengangkat peran dan perjuangan SANG KIAI di era 1942 sampai 1947 lewat Resolusi Jihad-nya serta perjuangan orang-orang di sekitarnya. K.H. Wahid Hasyim, putra Sang Kiai, bersama-sama dengan para santri, yang dikomandoi oleh Harun berusaha mencari jalan keluar dengan caranya masing-masing untuk membebaskan Sang Kiai dari tangkapan serdadu Jepang.
Cara diplomasi yang dijalankan putra Sang Kiai ternyata sangat berbeda dengan Harun yang lebih memilih cara emosional anak muda yang berapi-api. Tekad yang kuat membela agama dan bangsa yang dicabik-cabik penjajah mendorong Harun bersama dua sahabatnya, Hamzah dan Abdi berjuang sampai ke Surabaya.
"Dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia peranan kaum agamis kurang terangkat, sementara kaum ini memiliki andil yang sangat besar. Bahkan dasar negara Pancasila dalam sila pertama menyebutkan Ketuhanan yang Maha Esa yang berarti bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat agamis," ujar Rako Prijanto, sutradara sekaligus penggagas film SANG KIAI.
Sementara menurut Gope T. Samtani, produser film ini, cerita tokoh kepahlawanan dari sejarah jarang ditampilkan sehingga nyaris kalah dengan cerita kepahlawanan fiksi dari luar negeri. Hal inilah yang menarik perhatian Gope untuk mengangkat cerita seorang Pahlawan Nasional.
Menampilkan sederetan aktor dan aktris papan atas dengan kemampuan akting yang tidak diragukan lagi seperti Ikranagara, Christine Hakim, Agus Kuncoro, Adipati Dolken, Dimas Aditya, serta pendatang baru Meriza Febriani.
"Tidak ada kandidat lain kecuali Ikranagara untuk memerankan karakter K.H. Hasyim Asy'ari. Karena disamping secara usia mendekati real karakternya, keadaan fisik dan wajah yang bisa didekatkan ke karakter juga kemampuan aktingnya. Kendala terberat karena ini film sejarah yang tokoh karakternya pernah hidup maka kita harus mencari semirip mungkin tapi juga harus professional," jelas Rako. Memakan waktu cukup panjang dalam menyelesaikan film ini. Shooting kurang lebih 60 hari, 2,5 tahun untuk pra-production serta 6 bulan masa post production. Persiapan 2,5 tahun ini dikarenakan pesiapannya dalam mencari bahan informasi, pencarian lokasi, pemain yang sesuai dengan karakter. Syuting film berlatar belakang tahun 1940-an ini mengambil lokasi di Kediri, Gondang, Magelang, Ambarawa dan Semarang. Film ini menjadi lebih istimewa dengan hadirnya suara grup band papan atas, Ungu, yang akan mengisisoundtrack-nya. Khusus untuk film ini, Ungu menciptakan dua judul lagu berjudul Bila Tiba dan Bunga.
"Hadirnya film SANG KIAI ini diharapkan tak hanya sekadar menghibur dan mendidik saja, namun juga bagi generasi muda khususnya dapat mengenal siapa K.H. Hasyim Asy'ari dan memahami bagaimanapemikiran dan perjuangan beliau untuk agama dan bangsa Indonesia.
Sinopsis Film SANG KIAI
Pendudukan Jepang ternyata tidak lebih baik dari Belanda. Jepang mulai melarang pengibaran bendera merah putih, melarang lagu Indonesia Raya dan memaksa rakyat Indonesia untuk melakukan Sekerei (menghormat kepada Matahari). KH Hasyim Asyari sebagai tokoh besar agamis saat itu menolak untuk melakukan Sekerei karena beranggapan bahwa tindakan itu menyimpang dari aqidah agama Islam. Menolak karena sebagai umat Islam, hanya boleh menyembah kepada Allah SWT. Karena tindakannya yang berani itu, Jepang menangkap KH Hasyim Asyari.
KH Wahid Hasyim, salah satu putra beliau mencari jalan diplomasi untuk membebaskan KH Hasyim Asyari. Berbeda dengan Harun, salah satu santri KH Hasyim Asyari yang percaya cara kekerasanlah yang dapat menyelesaikan masalah tersebut. Harun menghimpun kekuatan santri untuk melakukan demo menuntut kebebasan KH Hasyim Asyari. Tetapi harun salah karena cara tersebut malah menambah korban berjatuhan.
Dengan cara damai KH Wahid Hasyim berhasil memenangkan diplomasi terhadap pihak Jepang dan KH Hasyim Asyari berhasil dibebaskan. Ternyata perjuangan melawan Jepang tidak berakhir sampai disini. Jepang memaksa rakyat Indonesia untuk melimpahkan hasil bumi. Jepang menggunakan Masyumi yang diketuai KH. Hasyim Asy'ari untuk menggalakkan bercocok tanam. Bahkan seruan itu terselip di ceramah sholat Jum'at. Ternyata hasil tanam rakyat tersebut harus disetor ke pihak Jepang. Padahal saat itu rakyat sedang mengalami krisis beras, bahkan lumbung pesantren pun nyaris kosong. Harun melihat masalah ini secara harfiah dan merasa bahwa KH. Hasyim Asy'ari mendukung Jepang, hingga ia memutuskan untuk pergi dari pesantren.
Jepang kalah perang, Sekutu mulai datang. Soekarno sebagai presiden saat itu mengirim utusannya ke Tebuireng untuk meminta KH HAsyim Asyari membantu mempertahankan kemerdekaan. KH Hasyim Asyari menjawab permintaan Soekarno dengan mengeluarkan Resolusi Jihad yang kemudian membuat barisan santri dan masa penduduk Surabaya berduyun duyun tanpa rasa takut melawan sekutu di Surabaya. Gema resolusi jihad yang didukung oleh semangat spiritual keagamaan membuat Indonesia berani mati.
Di Jombang, Sarinah membantu barisan santri perempuan merawat korban perang dan mempersiapkan ransum. Barisan laskar santri pulang dalam beberapa truk ke Tebuireng. KH Hasyim Asyari menyambut kedatangan santri-santrinya yang gagah berani, tetapi air mata mengambang di matanya yang nanar