Artikel Terbaru
Tampilkan postingan dengan label Siswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Siswa. Tampilkan semua postingan

2.000 Lowongan Kerja untuk Lulusan SMK

Home Baca
TEGAL - Pemerintah Provinsi Kota Tegal menyediakan sekira 2.000 lowongan kerja pada bursa kerja Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di GOR Wisanggeni.

Kepala Dinas Pendidikan yang juga Ketua Panitia Bursa Kerja SMK Kota Tegal Titik Andarwati mengatakan, ada 2.000 lowongan kerja yang tersedia pada bursa kerja untuk lulusan SMK.

"Di antaranya lowongan pada posisi administrasi, operator produksi, mekanik, sales marketing, dan lainnya," kata Titik, di GOR Wisanggeni Kota Tegal, Selasa (11/6/2013).

Diketahui, ribuan lulusan SMK se-Kota Tegal menyerbu bursa kerja di GOR Wisanggeni. Pemerintah Provinsi Kota Tegal pun didaulat menggelar bursa kerja. Bursa kali ini tidak diperuntukan bagi kalangan umum, melainkan untuk lulusan SMK.

Tujuan diadakannya bursa kerja ini tak lepas dari meningkatnya jumlah lulusan SMK setiap tahunnya. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tegal Titik Andarwati pun menegaskan jika kegiatan bursa kerja hanya untuk lulusan SMK.

"Murni untuk lulusan SMK. Karena mereka telah dibekali keterampilan dasar," katanya.

Ditambahkan dia, penyelenggaraan bursa kerja ini bisa dimanfaatkan bagi lulusan SMK, sehingga mempermudah mencari pekerjaan secara langsung. Adapun perusahaan yang disiapkan merupakan perusahaan bonafid dan terpercaya. (Akrom Hazami/Koran SI/ade)
sumber : okezone.com 

Download Gratis Buku Pegangan Guru dan Siswa (SD, SMP , SMA/SMK) Kurikulum 2013

Home Baca
Unduh Buku Pegangan Guru dan Siswa (SD, SMP , SMA/SMK) Kurikulum 2013
Unduh Buku Pegangan Guru

Salah satu kendala dalam pelaksanaan kurikulum 2013 tentang sosialisasi terhadap guru dan sekolah, juga mengenai distribusi buku pegangan baik guru maupun siswa. Hal inilah yang menjadi pertimbangan dari pihak kementrian pendidikan dan kebudayaan pada tahun 2013 ini belum semua sekolah melaksanakan kurikulum baru tersebut dan hanya ada 6.410 sekolah, jauh lebih sedikit dari yang direncanakan yaitu sebanyak 32.295 sekolah.

Dalam kesempatan ini saya bermaksud untuk membantu ke sekolah-sekolah yang kesulitan mengakses atau tidak mendapatkan buku-buku baik buku pegangan guru maupun siswa dan dapat mendownloadnya di sini. Karena dalam pelaksanaannya saya berkeyakinan ada sekolah-sekolah yang tetap mencoba melaksanakan kurikulum 2013 ini walaupun bukan merupakan sekolah sasaran. Pada sekolah semacam inilah yang perlu mendapat dukungan dari kita semua untuk bisa mendapatkan akses buku-buku yang diperlukan dan juga tentu saja pelatihan untuk para gurunya.

Berikut ini anda dapat mengunduh buku-buku baik pegangan guru maupun buku siswa dari SD, SMP, dan SMA

No.Materi / Mata PelajaranPegangan Guru
Besar File
Pegangan Siswa
Besar File
 Kelas I (SD)
1. PA. BudhaUnduh25,2 MBUnduh66,8 MB
2. PA. HinduUnduh3,7 MBUnduh41,5 MB
3. PA. IslamUnduh7,2 MBUnduh44,5 MB
4. PA. KatolikUnduh8,4 MBUnduh61,8 MB
5. PA. KhonghucuUnduh21, 9 MBUnduh86,6 MB
6. PA. KristenUnduh4,5 MBUnduh94,4 MB
7. Tema : DirikuUnduh24,9 MBUnduh44,3 MB
8. Tema : KegemarankuUnduh25,5 MBUnduh42,8 MB
9. Tema : KegiatankuUnduh18,9 MBUnduh50,3 MB
10. Tema : KeluargakuUnduh25,9 MBUnduh111,6 MB
 Kelas IV (SD)
1. PA. BudhaUnduh23,3 MBUnduh21,4 MB
2. PA. HinduUnduh4,3 MBUnduh17,1 MB
3. PA. IslamUnduh2,8 MBUnduh39,5 MB
4. PA. KatolikUnduh4,5 MBUnduh16,3 MB
5. PA. KhonghucuUnduh21,3 MBUnduh89,6 MB
6. PA. KristenUnduh5,5 MBUnduh21,1 MB
7. Tema : Indahnya Kebersamaan Unduh43,5 MBUnduh23,8 MB
8. Tema : Selalu Berhemat EnergiUnduh-Unduh34,1 MB
9. Tema : Peduli Terhdap Mahluk HidupUnduh53,1 MBUnduh33,2 MB
10. Tema : Berbagai PekerjaanUnduh23,1 MBUnduh35,8 MB
 Kelas VII (SMP)
1. PA. BudhaUnduh18,7 MBUnduh23,8 MB
2. PA. HinduUnduh17,1 MBUnduh16, 9 MB
3. PA. IslamUnduh17,8 MBUnduh34,9 MB
4. PA. KatolikUnduh21,7 MBUnduh26,8 MB
5. PA. KhonghucuUnduh26,2 MBUnduh19,5 MB
6. PA. KristenUnduh20,2 MBUnduh28,9 MB
7. Bahasa IndonesiaUnduh5,3 MBUnduh14,1 MB
8. Bahasa InggrisUnduh92,4 MBUnduh143,1 MB
9. IPAUnduh22,6 MBUnduh68,9 MB
10. IPSUnduh2,5 MBUnduh68,1 MB
11. PenjasorkesUnduh29,9 MBUnduh29,8 MB
12. PPKnUnduh7,3 MBUnduh18,8 MB
13. Seni BudayaUnduh45,8 MBUnduh68,5 MB
 Kelas X (SMA/SMK)
1. Bahasa IndonesiaUnduh3,3 MBUnduh9,9 MB
2. MatematikaUnduh18,2 MBUnduh4,8 MB
3. Sejarah IndonesiaUnduh10,9 MBUnduh47,4 MB

Sumber : http://suara-guruku.blogspot.com/2013/07/download-gratis-buku-pegangan-guru-dan.html

Peran Sekolah dan Keluarga Dalam Membentuk Karakter Siswa

Home Baca
Peranan Sekolah dan Keluarga Dalam Membentuk Karakter SiswaPenguatan pendidikan moral (moral education) atau pendidikan karakter (character education) dalam konteks sekarang sangat relevan untuk mengatasi krisis moral yang sedang melanda di negara kita. Krisis tersebut antara lain berupa meningkatnya pergaulan bebas, maraknya angka kekerasan anak-anak dan remaja, kejahatan terhadap teman, pencurian remaja, kebiasaan menyontek, penyalahgunaan obat-obatan, pornografi, dan perusakan milik orang lain sudah menjadi masalah sosial yang hingga saat ini belum dapat diatasi secara tuntas, oleh karena itu betapa pentingnya pendidikan karakter.

Menurut Lickona, karakter berkaitan dengan konsep moral (moral knonwing), sikap moral (moral felling), dan perilaku moral (moral behavior). Berdasarkan ketiga komponen ini dapat dinyatakan bahwa karakter yang baik didukung oleh pengetahuan tentang kebaikan, keinginan untuk berbuat baik, dan melakukan perbuatan kebaikan. Bagan di bawah ini merupakan bagan keterkaitan ketiga kerangka pikir ini.

a. Pendidikan Karakter Menurut Lickona
Secara sederhana, pendidikan karakter dapat didefinisikan sebagai segala usaha yang dapat dilakukan untuk mempengaruhi karakter siswa. Tetapi untuk mengetahui pengertian yang tepat, dapat dikemukakan di sini definisi pendidikan karakter yang disampaikan oleh Thomas Lickona. Lickona menyatakan bahwa pengertian pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti.

b. Pendidikan Karakter Menurut Suyanto
Suyanto (2009) mendefinisikan karakter sebagai cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, maupun negara.

c. Pendidikan Karakter Menurut Kertajaya
Karakter adalah ciri khas yang dimiliki oleh suatu benda atau individu. Ciri khas tersebut adalah asli dan mengakar pada kepribadian benda atau individu tersebut, serta merupakan “mesin” yang mendorong bagaimana seorang bertindak, bersikap, berucap, dan merespon sesuatu (Kertajaya, 2010).

d. Pendidikan Karakter Menurut Kamus Psikologi
Menurut kamus psikologi, karakter adalah kepribadian ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya kejujuran seseorang, dan biasanya berkaitan dengan sifat-sifat yang relatif tetap (Dali Gulo, 1982: p.29).

Nilai-nilai dalam Pendidikan Karakter
Pembentukan karakter merupakan bagian dari pendidikan nilai (values education) melalui sekolah merupakan usaha mulia yang mendesak untuk dilakukan. Ada 18 butir nilai-nilai pendidikan karakter yaitu , Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta tanah air, Menghargai prestasi, Bersahabat/komunikatif, Cinta Damai, Gemar membaca, Peduli lingkungan, Peduli sosial, Tanggung jawab.

Pendidikan karakter telah menjadi perhatian berbagai negara dalam rangka mempersiapkan generasi yang berkualitas, bukan hanya untuk kepentingan individu warga negara, tetapi juga untuk warga masyarakat secara keseluruhan. Pendidikan karakter dapat diartikan sebagai the deliberate us of all dimensions of school life to foster optimal character development (usaha kita secara sengaja dari seluruh dimensi kehidupan sekolah/madrasah untuk membantu pembentukan karakter secara optimal.

Pendidikan karakter memerlukan metode khusus yang tepat agar tujuan pendidikan dapat tercapai. Di antara metode pembelajaran yang sesuai adalah metode keteladanan, metode pembiasaan, dan metode pujian dan hukuman.

Pendidikan karakter, mutlak diperlukan bukan hanya di sekolah saja, tapi di rumah dan di lingkungan sosial. Bahkan sekarang ini peserta pendidikan karakter bukan lagi anak usia dini hingga remaja, tetapi juga usia dewasa. Di masa kini kita akan menghadapi persaingan dengan rekan-rekannya dari berbagai belahan negara di dunia. Bahkan kita yang masih akan berkarya di tahun tersebut akan merasakan perasaan yang sama. Tuntutan kualitas sumber daya manusia pada tahun 2021 tentunya membutuhkan good character. Karakter adalah kunci keberhasilan individu. Dari sebuah penelitian di Amerika, 90 persen kasus pemecatan disebabkan oleh perilaku buruk seperti tidak bertanggung jawab, tidak jujur, dan hubungan interpersonal yang buruk. Selain itu, terdapat penelitian lain yang mengindikasikan bahwa 80 persen keberhasilan seseorang di masyarakat ditentukan oleh Emotional Quotient (EQ).

Dari sudut pandang psikologis, terjadi penurunan kualitas “usia psikologis” pada anak yang berusia 21 tahun pada tahun 2001, dengan anak yang berumur 21 pada tahun 2013. Maksud usia psikologis adalah usia kedewasaan, usia kelayakan dan kepantasan yang berbanding lurus dengan usia biologis. Jika anak sekarang usia 21 tahun seakan mereka seperti berumur 12 atau 11 tahun.

Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya dan adat istiadat.

Bagi Indonesia sekarang ini, pendidikan karakter juga berarti melakukan usaha sungguh-sungguh, sitematik dan berkelanjutan untuk membangkitkan dan menguatkan kesadaran serta keyakinan semua orang Indonesia bahwa tidak akan ada masa depan yang lebih baik tanpa membangun dan menguatkan karakter rakyat Indonesia. Dengan kata lain, tidak ada masa depan yang lebih baik yang bisa diwujudkan tanpa kejujuran, tanpa meningkatkan disiplin diri, tanpa kegigihan, tanpa semangat belajar yang tinggi, tanpa mengembangkan rasa tanggung jawab, tanpa memupuk persatuan di tengah-tengah kebinekaan, tanpa semangat berkontribusi bagi kemajuan bersama, serta tanpa rasa percaya diri dan optimisme. Inilah tantangan kita bangsa Indonesia, sanggup?

Theodore Roosevelt mengatakan: “To educate a person in mind and not in morals is to educate a menace to society” (Mendidik seseorang dalam aspek kecerdasan otak dan bukan aspek moral adalah ancaman mara-bahaya kepada masyarakat)

Peranan Sekolah dalam Pembentukan Karakter Anak
Sekolah bertanggungjawab bukan hanya dalam mencetak siswa yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga dalam jati diri, karakter dan kepribadian. Dan hal ini relevan dan kontekstual bukan hanya di negara-negara yang tengah mengalami krisis watak seperti Indonesia, tetapi juga bagi negara-negara maju sekalipun (cf. Fraenkel 1977: Kirschenbaum & Simon 1974).

Sekolah, pada hakikatnya bukanlah sekedar tempat “transfer of knowledge” belaka. Seperti dikemukakan Fraenkel (1977: 1-2), sekolah tidaklah semata-mata tempat di mana guru menyampaikan pengetahuan melalui berbagai mata pelajaran. Sekolah juga adalah lembaga yang mengusahakan usaha dan proses pembelajaran yang berorientasi pada nilai (value-oriented enterprise). Lebih lanjut, Fraenkel mengutip John Childs yang menyatakan, bahwa organisasi sebuah sistem sekolah dalam dirinya sendiri merupakan sebuah usaha moral (moral enterprise), karena ia merupakan usaha sengaja masyarakat manusia untuk mengontrol pola perkembangannya.

Pembentukan watak dan pendidikan karakter melalui sekolah, tidak bisa dilakukan semata-mata melalui pembelajaran pengetahuan, tetapi adalah melalui penanaman atau pendidikan nilai-nilai. Secara umum, kajian-kajian tentang nilai biasanya mencakup dua bidang pokok, estetika, dan etika (atau akhlak, moral, budi pekerti). Estetika mengacu kepada hal-hal tentang dan justifikasi terhadap apa yang dipandang manusia sebagai “keindahan”, yang mereka senangi. Sedangkan etika mengacu kepada hal-hal tentang justifikasi terhadap tingkah laku yang pantas berdasarkan standar-standar yang berlaku dalam masyarakat, baik yang bersumber dari agama, adat istiadat, konvensi, dan sebagainya. Dan standar-standar itu adalah nilai-nilai moral atau akhlak tentang tindakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Lingkungan masyarakat luas jelas memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan penanaman nilai-nilai estetika dan etika untuk pembentukan karakter. Dari perspektif Islam, menurut Quraish Shihab (1996: 321), situasi kemasyarakatan dengan sistem nilai yang dianutnya, mempengaruhi sikap dan cara pandang masyarakat secara keseluruhan. Jika sistem nilai dan pandangan mereka terbatas pada “kini dan di sini”, maka upaya dan ambisinya terbatas pada kini dan di sini pula.

Dalam konteks itu, al-Qur’an dalam banyak ayatnya menekankan tentang kebersamaan anggota masyarakat menyangkut pengalaman sejarah yang sama, tujuan bersama, gerak langkah yang sama, solidaritas yang sama. Di sinilah, tulis Quraish Shihab, muncul gagasan dan ajaran tentang amar ma`ruf dan nahy munkar; dan tentang fardhu kifayah, tanggung jawab bersama dalam menegakkan nilai-nilai yang baik dan mencegah nilai-nilai yang buruk.

Usaha pembentukan watak di sekolah, melalui pendidikan karakter berbarengan dengan pendidikan nilai dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Menerapkan pendekatan “modelling” atau “exemplary” atau “uswah hasanah”. Yakni mensosialisasikan dan membiasakan lingkungan sekolah untuk menghidupkan dan menegakkan nilai-nilai akhlak dan moral yang benar melalui model atau teladan. Setiap guru dan tenaga kependidikan lain di lingkungan sekolah hendaklah mampu menjadi “uswah hasanah” yang hidup (living exemplary) bagi setiap siswa. Mereka juga harus terbuka dan siap untuk mendiskusikan dengan siswa tentang berbagai nilai-nilai yang baik tersebut.

b. Menjelaskan atau mengklarifikasikan kepada siswa secara terus menerus tentang berbagai nilai yang baik dan yang buruk. Usaha ini bisa dibarengi pula dengan langkah-langkah; memberi penghargaan (prizing) dan menumbuhsuburkan (cherising) nilai-nilai yang baik dan sebaliknya mengecam dan mencegah (discouraging) berlakunya nilai-nilai yang buruk; menegaskan nilai-nilai yang baik dan buruk secara terbuka dan kontinu; memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memilih berbagai alternatif sikap dan tindakan berdasarkan nilai; melakukan pilihan secara bebas setelah menimbang dalam-dalam berbagai konsekuensi dari setiap pilihan dan tindakan; membiasakan bersikap dan bertindak atas niat dan prasangka baik (husn al-zhan) dan tujuan-tujuan ideal; membiasakan bersikap dan bertindak dengan pola-pola yang baik yang diulangi secara terus menerus dan konsisten.

c. Menerapkan pendidikan berdasarkan karakter (character-based education). Hal ini dilakukan dengan menerapkan character-based approach ke dalam setiap mata pelajaran nilai yang ada di samping mata pelajaran-mata pelajaran khusus untuk pendidikan karakter, seperti pelajaran agama, pendidikan kewarganegaraan (PKn), sejarah, Pancasila dan sebagainya. Memandang kritik terhadap mata pelajaran-mata pelajaran terakhir ini, perlu dilakukan reorientasi baik dari segi isi/muatan dan pendekatan, sehingga mereka tidak hanya menjadi verbalisme dan sekedar hapalan, tetapi betul-betul berhasil membantu pembentukan kembali karakter dan jati diri bangsa.

Peranan Keluarga dalam Pembentukan Karakter Anak
Ungkapan indah Phillips dalam The Great Learning (2000:11): “If there is righteousness in the heart, there will be beauty in the character; if there is beauty in the character, there will be harmony in the home; if there is harmony in the home, there will be order in the nation; if there is order in the nation, there will be peace in the world”.

Mempertimbangkan berbagai kenyataan pahit yang kita hadapi seperti dikemukakan di atas, pendidikan karakter merupakan langkah penting dan strategis dalam membangun kembali jati diri bangsa dan menggalang pembentukan masyarakat Indonesia baru. Pendidikan karakter haruslah melibatkan semua pihak; rumah tangga dan keluarga; sekolah; dan lingkungan sekolah lebih luas (masyarakat). Karena itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyambung kembali hubungan dan educational networks yang nyaris terputus antara ketiga lingkungan pendidikan ini. Pembentukan watak dan pendidikan karakter tidak akan berhasil selama antara ketiga lingkungan pendidikan tidak ada kesinambungan dan harmonisasi.

Dengan demikian, rumah tangga dan keluarga sebagai lingkungan pembentukan watak dan pendidikan karakter pertama dan utama mestilah diberdayakan kembali. Sebagaimana disarankan Phillips, keluarga hendaklah kembali menjadi “school of love”, sekolah untuk kasih sayang (Phillips 2000). Dalam perspektif Islam, keluarga sebagai “school of love” dapat disebut sebagai “madrasah mawaddah wa rahmah, tempat belajar yang penuh cinta sejati dan kasih sayang.

Islam memberikan perhatian yang sangat besar kepada pembinaan keluarga (usrah). Keluarga merupakan basis dari ummah (bangsa); dan karena itu keadaan keluarga sangat menentukan keadaan ummah itu sendiri. Bangsa terbaik (khayr ummah) yang merupakan ummah wahidah (bangsa yang satu) dan ummah wasath (bangsa yang moderat), sebagaimana dicita-citakan Islam hanya dapat terbentuk melalui keluarga yang dibangun dan dikembangkan atas dasar mawaddah wa rahmah.

Berdasarkan sebuah hadits yang diriwayatkan Anas r.a, keluarga yang baik memiliki empat ciri. Pertama; keluarga yang memiliki semangat (ghirah) dan kecintaan untuk mempelajari dan menghayati ajaran-ajaran agama dengan sebaik-baiknya untuk kemudian mengamalkan dan mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, keluarga di mana setiap anggotanya saling menghormati dan menyayangi; saling asah dan asuh. Ketiga, keluarga yang dari segi nafkah (konsumsi) tidak berlebih-lebihan; tidak ngoyo atau tidak serakah dalam usaha mendapatkan nafkah; sederhana atau tidak konsumtif dalam pembelanjaan. Keempat, keluarga yang sadar akan kelemahan dan kekurangannya; dan karena itu selalu berusaha meningkatkan ilmu dan pengetahuan setiap anggota keluarganya melalui proses belajar dan pendidikan seumur hidup (life long learning), min al-mahdi ila al-lahdi.

Dari keluarga mawaddah wa rahmah dengan ciri-ciri seperti di atas, maka anak-anak telah memiliki potensi dan bekal yang memadai untuk mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Dan, sekali lagi, sekolah seperti sudah sering dikemukakan banyak orang seyogyanya tidak hanya menjadi tempat belajar, namun sekaligus juga tempat memperoleh pendidikan, termasuk pendidikan watak dan pendidikan nilai.

*) Artikel dikirim oleh Sutiyono, S.Pd.SD, Kepala SD 3 Karangmalang Gebog Kudus Jawa Tengah

Hasil Kelulusan STAN 2013, Awal Dilaksanakan TKD

Home Baca
JAKARTA – Test kompetensi dasar (TKD) tidak hanya diberlakukan terhadap calon mahasiswa (praja) STPN/IPDN. Tahun ini sebanyak 3.299 lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) tahun 2012 juga akan menjalani TKD sebagai syarat untuk diangkat menjadi CPNS.

Melalui surat No. 235/2013, Kepala Biro SDM Kementerian Keuangan Juni Hastoto mengungkapkan bahwa 3.299 lulusan program D I dan D III Keuangan STAN tahun 2012 akan mengikuti TKD dengan menggunakan metode computer assisted test (CAT).

Menurut Juni Hastoto, CAT akan diselenggarakan di 12 kantor regional BKN yang sudah memiliki CAT, sementara di Pontianak dan Balikpapan yang juga ada lulusan STAN, TKD akan dilakukan di Balai Pendidikan Keuangan dengan menginstal program pada komputer yang tersedia.

Terkait dengan rencana TKD yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, Karo SDM Kementerian Keuangan mengimbau para lulusan D I dan D III STAN tahun 2012 untuk mempersiapkan diri. Adapun pelaksanaan TKD menunggu ditetapkannya formasi, yang diperkirakan akan dilakukan dalam waktu dekat.

Berdasarkan Keputusan Presiden No. 42/2002 tentang Pedoman Pelaksanaan APBN khususnya pasal 28 ayat 4 dinyatakan bahwa pengadaan pegawai hanya diperkenankan dalam batas formasi yang telah disahkan, dengan memberikan prioritas pada pegawai limpahan dari departemen/lembaga yang kelebihan pegawai, siswa/mahasiswa ikatan dinas setelah lulus dari pendidikannya, serta pegawai tidak tetap (PTT) yang telah menyelesaikan masa baktinya dengan baik.

Salah sorang lulusan D III STAN yang enggan disebutkan namanya mengaku, dengan adanya surat ini pihaknya merasa ada kepastian setelah sekitar 9 bulan setelah lulus tidak mendapat kepastian, kapan diangkat menjadi CPNS. Kendati demikian, dia sempat kaget ketika mendapat copy surat dari Karo SDM Kementerian Keuangan ini, karena harus mengikuti TKD, yang kelulusannya berdasarkan passing grade.Namun dengan pemberitahuan tersebut pihaknya akan mempersiapkan diri sebaik-baiknya supaya lolos dalam TKD, dan bisa segera diangkat menjadi CPNS.

Para lulusan STAN tersebut tersebar di sejumlah kota, yakni Medan, Palembang, pekanbaru, Jakarta, Cimahi, Yogyakarta, Malang, Denpasar, Pontianak, Balikpapan, Makassar, dan Manado. (ags/HUMAS MENPANRB)
sumber : menpan.go.id

Pengumuman Hasil SBMPTN 2013

Home Baca
Ilustrasi. (Foto: Heru Haryono/okezone)  


 
JAKARTA - Panitia Nasional (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013 sudah menetapkan majunya pengumuman hasil ujian tertulis SBMPTN 2013 pada 9 Juli mendatang.

"Pengumuman hasil ujian tertulis SBMPTN akan diumumkan pada 9 Juli 2013," ujar Ketua Umum Panitia Nasional SBMPTN 2013 Akhmaloka saat dikonfirmasi Okezone, Kamis (4/7/2013).

Sedianya, jadwal pengumuman hasil ujian tertulis SBMPTN pada 12 Juli 2013, namun maju menjadi 9 Juli 2013. Namun demikian, lanjut Akhmaloka, seluruh proses pemeriksaan hasil SBMPTN diklaim bisa terselesaikan sebelum 9 Juli 2013 walaupun tidak menutup kemungkinan pengumuman hasil SBMPTN akan dimajukan.

"Alasan hasil ujian tertulis SBMPTN dimajukan, karena soal-soal ujiannya dikoreksi sedang berjalan dan diperkirakan antara 7 dan 8 Juli 2013 sudah selesai dikoreksi," ucap Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.

Berangkat dari sana, pihaknya akan mengadakan konferensi pers mengenai pengumuman hasil ujian tertulis SBMPTN 2013 pada 8 Juli mendatang.

"Hari Senin, 8 Juli 2013 akan ada press conference di Jakarta dan sore harinya sudah diumumkan di website resmi SBMPTN," ungkapnya.

Dia pun menampik jika pengumuman hasil ujian tertulis SBMPTN 2013 yang dimajukan karena berbarengan dengan masuknya bulan Ramadan.

"Kalau koreksinya lebih cepat kenapa tidak dimajukan, kalau hasilnya diumumkan pada 12 Juli 2013. Sedangkan proses pengoreksiannya sudah selesai sebelum 9 Juli 2013 itu kelamaan," imbuh Akhmaloka. 


Sumber : okezone.com

Pembelajaran Dengan Slide Dari Bahan Bekas

Home Baca
Menjadi guru di era globalisasi memerlukan pemikiran yang kreatif dan inofatif, menanamkan kosep kepada siswa dan menumbuhkan siawa berfikir kreatif adalah tantangan untuk menyelesaikan masalah dalam pembelajaran. Kesulitan dalam membelajarkan siswa kelas 5 (lima) tentang bagian – bagian batang tumbuhan pada siswa SD Negeri 1 Winongsari telah mengispirasi saya untuk membuat media yang inofatif dan kreatif , sudah beberapa kali memberi tugas dan menjelaskan ternyata masih ada beberapa anak yang belum bisa menyebutkan bagian bagian batang tumbuhan. Keterbatasan media pembelajaran membuat saya berfikir dan berinofasi sampai akhirnya saya menemukan slaide sederhana dari kalender bekas sebagi media dalam pembelajaran.

Slaide kalender adalah sebuah media yang terbuat dari kalender bekas dan dibuat menyerupai slaide. Slaide ini mempunyai beberapa slaide yang di gunakan untuk membedakan bagian -bagian batang. Media pembelajaran ini memanfaatkan barang bekas untuk membuatnya, media ini mudah karena bahan-bahanya mudah di temukan dan menumbuhkan kreatifitas siswa.

Sujono Trimo memberikan pengertian motivasi adalah suatu kekuatan penggerak dalam prilaku individu dalam prilaku individu baik yang akam menentukan arah maupun daya tahan (perintence) tiap perilaku manusia yang didalamnya terkandung pula ungsur-ungsur emosional insane yang berasangkutan.

Siswa membuat slaide dari kalender bekas dalam kelompok Dalam kegiatan awal saya memberika motifasi agar siswa dalam berfikir lebih siap, pemberian buku dan materi yang sesuai, dan menjelaskan kegiatan kegiatan yang perlu dilakukan dalam kelompok siswa bekerja dalam kelompok untuk menentukan poin–poin yang akan di masukan pada slaide kalender.

Siswa membuat slaide dari kalender bekas dalam kelompok

Memberikan motifasi kepada anak sangat penting karena dengan motifasi yang baik akan menimbulkan rasa percaya diri anak sehingga proses pembelajaran akan lebih evektif dan kretifitas anak sangat dibutuhkan agar terwujutnya pembelajaran yang berkarakter sebagai guru bukan hanya pandai mengajar dan pandai memilih metode pembelajaran tetapi bagaimana membuat anak bisa berkreasi dan bisa menghasilkan karya dan sesui dengan materi pembelajaran, ceramah yang lama, member pekerjaan ruamah yang berlebiahan sekarang sudah bukan menjadi tuntutan yang utama dalam dunia pendidikan.

Dalam kegiatan kelompok siswa mengambar slaide bagian-bagian batang tumbuhan dengan mengunakan kreatifitas mereka dan kebersamaan yang terlihat menambah kegiatan pembelajaran semakin menarik dan menyenangkan.

Dengan diskusi dan kreatifitas siswa mengambar bagian slaide

Contoh Slaid kalender karya siswa

Pada slaide pertama siswa mengambarkan tumbuhan dan member judul, slaide kedua siswa menggambar batang tumbuhan ,untuk slaide yang ke 3 siswa mengambar dan member tanda untuk bagian kulit terluar (crok) dan fungsinya dan bagian yang ke 4 siwa menggambar bagian floem beserta fungsinya , bagian slaide yang ke 4 siswa menggambar dan memberi tanda untuk bagian xylem sebagai slaide yang terakhir siswa mengisi dengan kesimpulan.

Siswa mempresentasikan hasil karya siswa

Dalam kegiatan akhir siswa mempresentasikan hasil karya meraka, dengan slaide dari kalender siswa mampu menjelaskan bagiaan-bagian batang tumbuhan dan manfaatnya, dengan kegiatan persentasi dapat menumbuhkan keberanian siwa berbicara didalam kelas untuk menjelaskan materi pembelajaran yang sesuai.

Melalui slaide kalender bekas ini saya terbantun untuk melakuan pembelajaran yang efektif dan terbantu untuk melakukan penilaian karena disamping bisa melakukan penial produk saya juga bisa menilai performance, saya bisa mengetahui kemampuan siswa bekerja sama dalam kelompok dan kreatifitas siwa melalui pembuatan media sederhana dari kalender bekas.dan melihat kemampuan anak untuk menyampaikan materi di depan kelas dengan bantuan media yang mereka buat bersama – sama dalam kelompok.

*) Dikirim oleh SUKONO, S.Pd
Lahir tahun 1987 lulus kuliah tahun 2010 sekarang menjadi guru wiata bakti di SD Negeri 1 Winongsari Kec Kaliwiro, Kab Wonosobo.

Cek Online Pengumuman Kelulusan Ujian Nasional 2013

Home Baca
Admin kali ini akan membahsa mengenai pengumuman kelulusan UN 2013 melalui website / online. salah satu sekolah di kabupaten nganjuk, yaitu SMKN 1 Nganjuk mengumumkan hasil UN kepada siswanya melalui web sekolahnya. yaitu smkn1nganjuk.sch.id.

Sebagai bahan pertimbangan pengecekan tersebut siswa di mohon memasukkan nomor peserta UN, maka hasil UN 2013 akan otomatis muncul berikut status kelulusannya.

untuk anda yang sekolah atau anak anda, saudara anda yang saat ini sekolah di SMKN 1 Nganjuk, maka anda bisa mengecek status kelulusannya melalui tautan berikut ini  :



maka akan muncul tampilan seperti ini :



Untuk sekolah-sekolah lain yang proses pengumumannya melalui website, dan anda tahu linknya. maka anda bisa tambahkan melalui komentar di bawah ini, nanti admin akan update artikel ini. Sekian terima kasih.

Namun, anda tidak usah bingung, karena pemerintah menyediakan situs untuk melihat arsip Nilai UN , pengumuman UN 2013. melalui weisenya, yaitu SIMDIK.INFO (kenapa .info, tidak .go.id yaa???hehehe tidak apa-apa)

Langsung saja,

1. Klik Link di bawah ini,

http://www.simdik.info/UN2012/siswa.aspx/

2. Klik "SAYA MEMAHAMI DAN MENYETUJUI KRITERIA DI ATAS"

3. Pilih jenjang sekolah.

4. Klik lihat hasil


Kumpulan Rumus Matematika

Home Baca
Matematika adalah ilmu dasar yang digunakan untuk memecahkan berbagai permasalahan dalam berbagai bidang. Tidak heran bila matematika mendapat julukan sebagai Ratu dan Pelayan ilmu pengetahuan (Queen and  Servant od Science). Kumpulan rumus - rumus matematika dibawah ini menunjukkan bahwa ada berbagai hal yang bisa diselesaikan hanya dengan menggunakan kumpulan rumus - rumus matematika sederhana.
KUMPULAN RUMUS - RUMUS MATEMATIKA:
* Operasi Hitung
* Sifat Pengelompokan
* Sifat Distribusi
* Rumus Trigonometri
* Rumus Triginimetri
* Rumus Persamaan Trigonometri
* Rumus a cos x + b sin x
* Rumus Deret Geometri
* Rumus Barisan Geometri

8.250 siswa Tidak Lulus Ujian Nasional / UN

Home Baca
Sebanyak 8.250 siswa SMA/SMK/MA dinyatakan tidak lulus dalam Ujian Nasional (UN) 2013. Sementara itu, total peserta UN tahun ini berjumlah 1.573.036 siswa.

 
Ujian Nasional 2013

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menyebut, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak lagi menjadi provinsi yang memiliki tingkat ketidaklulusan tertinggi. Hal tersebut, lanjutnya, sebagai akibat intervensi yang diberikan Kemendikbud terhadap provinsi itu.

Intervensi tersebut, berupa penambahan guru, perbaikan sarana dan prasarana, dan sebagainya. Sementara tahun ini tingkat ketidaklulusan tertinggi berada pada provinsi Aceh.

"Peserta UN yang paling banyak tidak lulus adalah Aceh dengan 3,11 persen atau 1.754 siswa dari 65 ribu peserta UN. Kedua, adalah Papua dan ketiga Sulawesi Tengah (Sulteng)," kata M Nuh, dalam konferensi pers hasil UN di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (23/5/2013).

Dia menambahkan, untuk tahun ini masih ada sekolah dengan angka ketidaklulusan sebesar 100 persen. Tercatat, ada 24 sekolah atau sebesar 0,16 persen dengan tingkat ketidaklulusan 100 persen dengan jumlah 899 siswa.

"Tapi ada juga sekolah yang 100 persen lulus, yaitu 15.476 sekolah atau sebesar 87 persen dengan jumlah 1,3 juta siswa. Sementara provinsi dengan tingkat kelulusan 100 persen adalah Jawa Barat," urainya.

Sumber "http://www.kaskus.co.id/thread/519e078e3c118e7b2f000017/walah-8250-siswa-tidak-lulus-un/"

BOS Baru - Untuk Siswa SMA/SMK

Home Baca
Mulai tahun pelajaran baru 2013/2014 mendatang akan diberlakukan yang namanya Bantuan operasional sekolah (BOS) bagi siswa SMA/SMK sebesar Rp 500.000 per siswa/semester. Diharapkan Kucuran dana BOS sekolah menengah ini dapat meningkatkan layanan pendidikan yang bermutu dan terjangkau bagi semua anak Indonesia yang merupakan harapan Bangsa, termasuk yang berasal dari keluarga miskin.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hamid Muhammad, di Jakarta, Selasa (7/5/2013), mengatakan, bahwa Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMA/SMK sebenarnya mulai saat ini sudah mulai direalisasikan dengan nama rintisan BOS SMA/SMK. Namun hanya Rp 60.000/siswa/semester.

Peningkatan alokasi dana BOS menjadi 500.000,-/Siswa/semester ini terjadi karena adanya Pendidikan Menengah Universal (PMU) mulai tahun ajaran baru nanti.

Target alokasi dana BOS ini disiapkan untuk semua siswa di sekolah negeri dan swasta. Hanya saja pengucurannya untuk sekolah yang bersedia menerima. "Kalau untuk sekolah negeri memang harus menerima karena milik pemerintah," kata Hamid.

Menurut Beliau, dengan adanya BOS SMA/SMK tahun ajaran baru mendatang, diharapkan sekolah bisa membebaskan atau mengurangi iuran sekolah atau ekstrakurikuler bagi siswa miskin. "Pemerintah bertekad supaya semakin banyak lulusan SMP yang melanjut ke SMA/SMK dan mendapat layanan pendidikan yang baik," kata Hamid.

Dengan Metode Brainstorming Siswa Lebih Aktif ( Alex F. Osborn )

Home Baca

Metode brainstorming adalah teknik mengajar yang dilaksanakan guru dengan cara melontarkan suatu masalah ke kelas oleh guru, kemudian siswa menjawab, menyatakan pendapat, atau memberi komentar sehingga memungkinkan masalah tersebut berkembang menjadi masalah baru .

Tokoh yang mempopulerkan metode brainstorming adalah Alex F. Osborn yang dalam bukunya Applied Imagination itu disebut juga dengan metode sumbang saran. Metode brainstorming merupakan suatu bentuk metode diskusi guna menghimpun ide atau gagasan, pendapat, dan pengalaman siswa.

Teknik ini hanya untuk menghasilkan gagasan yang mencoba mengatasi segala hambatan dan kritik. Kegiatan ini mendorong munculnya banyak ide, termasuk ide yang nyleneh, liar, dan berani dengan harapan bahwa gagasan tersebut dapat menghasilkan ide yang kreatif.

Metode brainstorming bertujuan untuk menghimpun ide, pendapat, informasi, pengalaman semua siswa yang sama atau berbeda. Hasil akhirnya lantas dijadikan peta info, peta pengalaman, atau peta ide (mindmap) untuk evaluasi. Metode ini menguras habis apa yang dipikirkan para siswa di dalam menanggapi permasalahan yang dilontarkan guru di kelas.

Langkah-langkah Penerapan Metode Brainstorming
  1. Pemberian informasi dan motivasi. Pada tahap ini guru menjelaskan masalah yang akan dibahas dan latar belakangnya, kemudian mengajak siswa agar aktif untuk memberikan tanggapannya.
  2. Identifikasi. Siswa diajak memberikan sumbang saran pemikiran sebanyak-banyaknya. Semua saran yang diberikan siswa ditampung, ditulis dan jangan dikritik. Pemimpin kelompok dan peserta dibolehkan mengajukan pertanyaan hanya untuk meminta penjelasan.
  3. Klasifikasi. Mengklasifikasi berdasarkan kriteria yang dibuat dan disepakati oleh kelompok. Klasifikasi bisa juga berdasarkan struktur/faktor-faktor lain.
  4. Verifikasi. Kelompok secara bersama meninjau kembali sumbang saran yang telah diklasifikasikan. Setiap sumbang saran diuji relevansinya dengan permasalahan yang dibahas. Apabila terdapat kesamaan maka yang diambil adalah salah satunya dan yang tidak relevan dicoret. Namun kepada pemberi sumbang saran bisa dimintai argumentasinya.
  5. Konklusi (Penyepakatan). Guru/pimpinan kelompok beserta peserta lain mencoba menyimpulkan butir-butir alternatif pemecahan masalah yang disetujui. Setelah semua puas, maka diambil kesepakatan terakhir cara pemecahan masalah yang dianggap paling tepat.

Tugas guru dalam pelaksanaan metode brainstorming :
  1. Memberikan masalah yang mampu merangsang pikiran siswa, sehingga mereka tertarik untuk menanggapinya.
  2. Tidak boleh mengomentari atau mengevaluasi bahwa pendapat yang dikemukakan oleh siswa itu benar/salah.
  3. Guru tidak perlu menyimpulkan permasalahan yang telah ditaggapi siswa.
  4. Guru hanya menampung semua pernyataan pendapat siswa, dan memastikan semua siswa di dalam kelas mendapat giliran.
  5. Memberikan pertanyaan untuk memancing siswa yang kurang aktif menjadi tertarik.
Tugas siswa dalam pelaksanaan metode brainstorming:
  1. Menanggapi masalah dengan mengemukakan pendapat, komentar, mengajukan pertanyaan, atau mengemukakan masalah baru.
  2. Belajar dan melatih merumuskan pendapatnya dengan bahasa dan kalimat yang baik.
  3. Berpartisipasi aktif, dan berani mengemukakan pendapatnya.


Kelebihan dan Kekurangan Metode Brainstorming
Kelebihan metode brainstorming adalah penggunaan kapasitas otak dalam menjabarkan gagasan atau menyampaikan suatu ide. Dalam proses brainstorming, seseorang akan dituntut untuk mengeluarkan semua ide sesuai dengan kapasitas wawasan dan psikologisnya. Sebagai mana metode mengajar lainnya, metode brainstorming juga memiliki kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan metode brainstorming antara lain:
  1. Siswa berfikir untuk menyatakan pendapat.
  2. Melatih siswa berpikir dengan cepat dan tersusun logis.
  3. Merangsang siswa untuk selalu siap berpendapat yang berhubungan dengan masalah yang diberikan oleh guru.
  4. Meningkatkan partisipasi siswa dalam menerima pelajaran.
  5. Siswa yang kurang aktif mendapat bantuan dari temannya yang sudah pandai atau dari guru.
  6. Terjadi persaingan yang sehat.
  7. Anak merasa bebas dan gembira.
  8. Suasana demokratis dan disiplin dapat ditumbuhkan.
  9. Meningkatkan motivasi belajar.
Kekurangan metode brainstorming antara lain:
  1. Memerlukan waktu yang relatif lama.
  2. Lebih didominasi oleh siswa yang pandai.
  3. Siswa yang kurang pandai (lambat) selalu ketinggalan.
  4. Hanya menampung tanggapan siswa saja.
  5. Guru tidak pernah merumuskan suatu kesimpulan.
  6. Siswa tidak segera tahu apakah pendapat yang dikemukakannya itu betul atau salah.
  7. Tidak menjamin terpecahkannya suatu masalah.
  8. Masalah bisa melebar ke arah yang kurang diharapkan.

Kekurangan di atas bisa diatasi jika guru atau pemimpin kelompok bisa membaca situasi dan menguasai kelas dengan baik untuk mencari solusi. Guru harus bisa menjadi penengah dan mengatur situasi dalam kelas sebaik mungkin dengan cara benar-benar menguasai materi yang akan disampaikan dan merencanakan kegiatan belajar dengan baik.

Berita UN - 5 Bocah SD Ikut UN di Ruang Tahanan

Home Baca
Lembaga Permasyarakatan Anak Kelas II A Blitar, Selasa (7 Mei 2013) kemarin ada penghuninya yang melakukan Ujian Nasional tingkat SD. Kelimabocah ini menjadi tahanan karena kasus pencurian dan asusila.

Kelima narapidana yang masih duduk di bangku SD ini berasal dari Blitar, Kediri dan Madura. Sebelum menikuti UN, mereka telah mengikuti try out yang diadakan pihak lapas. Mereka memang diberi hak penuh atas pendidikan, termasuk mengikuti UN layaknya siswa di sekolah normal lainya.

Peserta UN di Rutan


Menurut Kepala Seksi Pembinaan dan Pendidikan, Lapas Kelas II A, Blitar, Andik Ariawan SH, kelima siswa ini berstatus narapidana serta anak negara.

"Tiga diantara mereka merupakan anak negara, dan sisanya narapidana," terang Andik kepada detikcom di Lapas Anak Kelas II A Blitar.

Lebih jauh, Andi menyatakan, jika mereka rata-rata terkena kasus pencurian, serta pelanggaran UU no 23, tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Dua diantara siswa yang mengikuti UN ini, akan bebas tahun ini," imbuh Andi.

Sementara Kalapas Anak Kelas II A Blitar Kusmanto Ekoputro yang dikonfirmasi detikcom di ruanganya menyatakan, pihak lapas mulai memberlakukan pendekatan humanis kepada penghuni lapas anak. Sejak 8 bulan terakhir, tembok pembatas dalam lapas dirobohkan sehingga tidak ada kesan penghuni terkungkung.

"Supaya mental mereka tidak semakin turun saat mereka menghirup udara bebas, kita juga hilangkan ruang khusus anak perempuan, dan hanya ada penghuni laki-laki dalam lapas anak ini," pungkasnya mengakhiri pembicaraan.
 
Copyright © 2014. Info CPNS Terbaru 2013
All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger